Tidur Siang Usai Makan Siang Bisa Tingkatkan Fungsi Kognitif

tidur-siang-usai-makan-siang-bisa-tingkatkan-fungsi-kognitif
February 9, 2021 0 Comments

Tidur Siang Usai Makan Siang Bisa Tingkatkan Fungsi Kognitif – Jangan buru-buru cap orang yang puas tidur siang sebagai orang yang malas atau tak mempunyai kerjaan. Faktanya, menurut penelitian yang dikerjakan pada orang dewasa di China, tidur siang ternyata perihal erat bersama dengan peningkatan kegunaan kognitif seseorang dan mampu menahan alzheimer.

Tidur Siang Usai Makan Siang Bisa Tingkatkan Fungsi Kognitif

tidur-siang-usai-makan-siang-bisa-tingkatkan-fungsi-kognitif

videos-us – Tidur siang singkat dan di dalam frekuensi yang lebih jarang, yang terjadi tidak cukup dari 30 menit dan dikerjakan empat kali seminggu, adalah tidur siang yang paling disarankan untuk menambah kapabilitas kognitif.

Studi yang terlihat di General Psychiatry ini adalah yang pertama mempelajari pertalian tidur siang bersama dengan kegunaan kognitif dan biokimia pada populasi orang lanjut usia.

Penelitian mengatakan bahwa tidur yang terganggu mampu berisiko pada demensia. Demensia memengaruhi 5-7 persen orang dewasa berusia di atas 65 th. di seluruh dunia. Di negara-negara Barat, angka demensia sedikit lebih tinggi yaitu 8-10 persen.

Mengutip Medical News Today, saat ini belum tersedia obat untuk demensia, maka langkah terbaik untuk mengatasinya adalah pergantian tipe hidup. Para peneliti mempelajari 2.214 orang sehat dari beberapa kota besar di China, terhitung Beijing, Shanghai, dan Xian. Semuanya setidaknya berusia 60 tahun.

Interval tidur malam biasanya peserta penelitian adalah 6,5 jam.

Untuk mengevaluasi demensia yang ada, para peneliti menguji peserta memakai versi Beijing dari Montreal Cognitive Assessment dan Mini-Mental State Exam (MMSE).

Tim mengevaluasi kapabilitas kognitif peserta dan kegunaan yang lebih tinggi melalui 30 pengukuran ruang visual, memori, penamaan, perhatian, perhitungan, abstrak, orientasi, dan kegunaan bahasa.

Para peneliti memakai Baterai Tes Neuropsikologi China untuk mengukur “rentang digit, pembelajaran verbal auditori, pembelajaran asosiatif, retensi visual, kefasihan bahasa, pemetaan, dan tes bersama dengan balok.”

Para peneliti menilai kesegaran seluruh peserta sambil menyebabkan profil darah mereka untuk paham takaran kolesterol dan asam lemak trigliserida, atau “TG”.

Peneliti berharap responden untuk tidur siang sepanjang 5 menit hingga 2 jam sehabis makan siang. Dari group tersebut, 1.534 dilaporkan tidur siang secara teratur, bersama dengan frekuensi tidur siang mereka merasa dari sekali seminggu hingga tiap tiap hari di dalam satu minggu.

Studi berikut melaporkan tiga hasil utama:

“Pertama, orang tua yang tidur siang membuktikan kinerja kognitif yang jauh lebih tinggi dibandingkan bersama dengan mereka yang tidak tidur siang,” kata peneliti.

“Kedua, kami mendapatkan tingkat TG yang lebih tinggi pada orang dewasa yang tidur siang. Terakhir, tidur siang terlalu perihal bersama dengan orientasi, kegunaan bahasa, dan memori.”

Namun, penulis mencatat bahwa tidak seluruh tidur siang itu sama.

Studi berikut mendapatkan bahwa tidur siang yang lebih lama dan lebih sering condong dikaitkan bersama dengan penurunan kegunaan kognitif.

Tidur siang singkat dan lebih jarang – terjadi tidak cukup dari 30 menit dan terjadi empat kali seminggu – tampaknya paling baik. Tidur siang ini menyebabkan penurunan 84 persen barangkali terkena Alzheimer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *